Kamis, 29 Mei 2014

Iringan Lagu-Lagu alay

Tumben-tumbennya gue bangun kesiangan, ini karena kipas angin gue yang begitu heboh bunyinua sampai-sampai gue gak denger azan subuh berkumandang. Alhasil gue gak sholat subuh deh, astaghfirullah jangan ditiru ya.

Pagi ini rencananya sih mau joging keliling kampus ijo ntu, tapi kalau dipikir-pikir sendiri, gak ada temen, yang ada gue diliatin beberapa pasang mata yang ada deh, dan gue bakal tutup muka jelek gua dihadapan mereka. (ADUH-_-)...
 Masa iya gue mau ngegalau lagi depan laptop. malu dong.
pengen pulang juga kerumah, udah bosen dikosan, suasananya bikit bete banget. Tapi, Bokap said : "gak usah pulang kalau liburnya cuma bentar, capek dijalan nantinya"
Kalau pengen yang libur panjang, berarti kemungkinan gue pulang, pas awal puasa yaitu setelah Ujian Akhir Semester dan Tes Lisan Matrikulasi Serta Post Test Matrikulasi, dan pemadatan-pemadatan mata kuliah beserta Tugas-tugas prasarat UAS (waw, keren).
  oke gakpapa, yang penting kantong gue udah terisi lagi hehe
Jum'at 13.00, tepatnya nanti siang gue harus presentasi dihadapan temen-temen gue yang hebat-hebat, dan ini presentasi terakhir, dan gue harus SEMANGAT hihi. Iyalah, selalu. Galaunya dipending dulu ya, nanti kalau udah beres semua, baru dah boleh ngegalau lagi asal gak kayak kemaren PARAH. 

Ketikan Cacing

      Tepat malem ini, dimana gue bersama sepupu gue sama-sama ngerasain yang namanya galau. Yah, karena gue dan sepupu gue sama-sama senasip baru putus sama pasangan kita masing-masing. LDR yang kandas. 
(hadeh....)
Tepat dikamar paling cantik kosan Atiwi nomer 21, gue ngadep laptop kesayangan gue ditemani rasa laper yang luar biasa, memang karena gak ada apa-apa buat dimakan, sementara gerbang kosan udah tutup , gimana mau bisa beli makan hee tanggal tua juga, jadi bener-bener musti hemat. 
(Yaammpun Nya',,,,,,) 
Mungkin bener ya kalau kayak gini hehe
yah kesekian kalinya gue ngerasain yang namanya sakit hati. Dan mungkin gak hanya gue aja, melainkan kepala-kepala diluar sana pasti merasakan hal yang demikian itu.
Sabar sih perlu, bahkan udah terlalu amat sangat sabar gue.
Alhasil karena gue saking seringnya sabar akhirnya ngadep layar laptop terus-terusan kayak sekarang ini. yah gimana, gak ada kerjaan lagi, pusing gue sama tugas FIQIH II , mata kuliah yang memang gue gak begitu ngerti, apalagi tugasnya mengenai HUKUM WARIS (udah tepok jidat duluan gue). Lagipula, yah mungkin ada baiknya juga sih, tapi masa iya harus nulis berlembar-lembar kertas polio demi membahas permasalahan yang berhubungan dengan hukum waris. (UUUUU) . kalau kata temen-temen sih "CEMUNGUT EA NYA' CEMUNGUT). Iya, semangat ujung-ujungnya buntu tengah jalan. apalagi kondisi badan gak fit gini, aduh jadi pengen mandi kembang tujuh rupa deh .
INGET ORANG RUMAH, OKE itu salah satu semangat gue, sebelum gue lanjutin tugas yang sesuatu itu, ini nih semangat gue, adek gue Ibnu yang paling kece kayak kakaknya haha

Senin, 26 Mei 2014

k o a r k o a r n y a '

buka kurung ngenes tutup kurung titik
satu kata, penuh arti, lebay, terdiri dari 6 huruf, yang keenamnya bersatu dan berkaitan menjadi sebuah kata yang begitu apik namun menjengkelkan.

Buku-buku, kertas-kertasku yang sudah siap menanti kehadiran coretan dari tangan ini. sayang, tinta pupen sudah mulai ngadat dan aku harus sesegera mungkin membelinya. Tapi, lagi-lagi "ah" aku terlalu malas. Dan sebagai orang yang malas sekaligus melas. Aku kembali menatapi layar Laptop putih kesayanganku. Ditemani cemilan ebi katsu yang aku beli dari tempat Uni warung depan kosan. bahkan rel kereta api yang menemaniku masih sangat-sangat merah. Kepalaku juga masih terasa berat. Kata  Fina novalia selaku tetua kosan, mengatakan "mungkin kamu terkena Hipotensi", aku biasa saja, aku baik-baik saja dan aku seperti yang biasanya, pura-pura kuat.

ya, aku memang kuat. Mungkin bisa dikatakan akulah next generation dari wonder woman dih, geli gue dengernya.
oke next..........
bejibun tugas sudah menanti, makalah makalah dan makalah lagi. Kali ini persyaratan buat UTS dan UAS. 2 judul dan terakhir ngumpul adalah minggu depan SEBELUM UAS !
kenapa pakai tanda seru segala. oke ralat ........
alhamdulillahnya dengan keuletan dan ketekunan aku yang seperti ini, akhirnya aku berhasil menyelesaikan semuanya ditengah gonjang-ganjing kabar tak sedap dan rutinasku yang benar-benar BUSY. senin, selasa, rabu, kamis.... aku harus kuliah dari jam tujuh pagi sampai beduk magrib berkumandang. dan malamnya harus mngelembur demi ini. tapi subhanallah masih bisa diberi kesempatan untuk menyelesaikannya. syukur alhamdulillah ya Allah. lagi-lagi titik dua tutup kurung hehe
sebenernya pengen pulang si, tapi kantong tak memadai, yah tak apalah aku masih bisa ikut seminar besok minggu di kampus, itung-itung cuci mata, yaampunnn nyari kesibukan maksudnya. iya ditemani sahabatku ayu yang juga bagian dari seminar itu. lumayan alhamdulillah gratis dan tak perlu merogok kantong lebih dalam lagi hiihi
diatas, sebagian kesibukan, dan masih adalagi.... hari ini mau beberes kamar yang udah kayak kapal pecah dan istirahat total mumpung tanggal merah dan free.... oke bye



Jumat, 16 Mei 2014

Ayahku “Limited Edition”



Senin, 12 mei 2014 13.00 dalam kondisi setengah ngantuk dan masih acak-acakan karena baru bangun tidur. Dengan mendengarkan music setengah alay varioust artist “dream high” ditemani satu toples klanting dan secangkir air gallon. Tepatnya dikosan atiwi kamar tercantik nomer 21. Hahaha
Inspirasi itu muncul, tanpa disadari. Yap, aku sering mengalami hal itu, terkadang karena sangking banyaknya inspirasi sampai-sampai lupa untuk mengingatnya kembali. Contohnya aku mendapatkan judul ini ketika dalam perjalanan menuju kosan tercinta. Tiba-tiba aku teringat ayahku yang disana yang selalu menyayangiku dengan kasih sayang yang tulus tulus dan tulus. Seperti kebanyakan ayah-ayah yang lain mungkin ya. Tapi, menurutku ayahku yang paling beda. Bukan maksud membanding-bandingkan atau apa, atau membanggakan ayah sendiri, tapi aku mengataakan hal yang mungkin akan membuat orang lain merasa biasa-biasa saja tapi bagiku ini luar biasa bahkan sangat-sangat luar biasa.
Ayah, mungkin sosok panutan keluarga seperti kebanyakan. Ayahku sama seperti ayah-ayah yang lain. Dia ganteng, cakep, tinggi, kriting, berbadan besar dan manis seperti aku hehehe. Iyalah, kan aku anaknya.
Sebagai tulang punggung keluarga, ayah begitu kuat seperti beton. Dia mampu mengangkat beban-beban berat. Tapi sebatas wajarnya kemampuan manusia biasa hehe. Ayahku mungkin bukan Samson atau Hercules, atau bahkan bukan superman. Tapi aku tak memunafikkan itu semua, karena pada dasarnya ayahku……. Kalau yang disana hanya tokoh kartun atau dalam film-film saja, ini adalah superman di dunia nyata. Ya, ayahku benar-benar seorang superman bagi kuluarganya.
“bangga gak kamu punya ayah seperti itu ?”
Kalau ada mulut-mulut cantik yang berucap seperti itu aku akan menjawab
“meskipun ayahku tidak seperti superman atau apa itu, jika aku tanpa ayah mungkin aku takkan bisa mengetik ini dengan kesungguhan dan kesanggupanku”
Tepatnya, Setelah ibuku melahirkan adik laki-lakiku, ayahku menggantikan tugas ibu untuk berjualan di pasar berdagang tauge demi memenuhi kebutuhan keluaga. Sebelumnya ayahku hanya berkebun dan bertani. Tetapi setelah ibu melahirkan, kini ayah berdagang. Mungkin kebanyakan orang-orang yang menjumpai ayahku akan keheranan dan memunculkan kalimat seperti ini “kok laki jualan ?”  prinsip ayah, selama kita gak mencuri kenapa harus malu melakukan hal ini. Itulah kebanggaanku terhadap ayah. Disaat pedagang-pedagang yang lain adalah para ibu-ibu, disitu akan kutemui wajah ayahku yang paling ganteng sendiri.
Merayu perhatian agar dagangan laku ?
Aku rasa, hanya orang-orang yang malas yang berfikiran seperti itu. Ayahku sering mendapat caci maki ketika mengahadapi pedagang-pedagang yang lain. Bagi ayah, itu merupakan cambuk yang membuatnya semakin bersemangat demi memenuhi kebutuhan kami sekeluarga.
Sering mendapatkan fitnah tidak ?
Menurutku, hidup tanpa fitnah itu terasa hambar. Fitnah tidak hanya sekali kok. Bahkan berkali-kali sering kami alami sekeluarga. Banyak orang-orang yang tak suka dengan kami. Sehingga mereka menebarkan bau-bau tak sedap itu kepada keluarga kami. Dan alhamdulillahnya kami masih bisa bertahan.
Karena ayah yang membuatku bisa membuat ini. Ya, ini. Buat ayahku yang paling ganteng sedunia. HeheJ😁




11-sep-’95😄

Kamis, 08 Mei 2014

Salahku Memendam

Malam itu, Radit si pemuda tampan dan lugu sedang duduk termangu di kursi meja belajar di kamarnya dengan memainkan sebuah pensil yang usai ia gunakan untuk melukis sebuah wajah perempuan yang tidak bagus-bagus amat kalau dilihat. Ia memang tidak pandai melukis. Sebenarnya ia berniat melukis wajah seseorang yang ia kagumi di sekolahnya. Tak lama ketika ia sedang memandangi lukisan yang tak seberapa itu, ibunya masuk tanpa bilang-bilang karena pintu kamar Radit tak ditutup. “Hayohh lho… Bukannya belajar malah gambar-gambar muka cewek…”, ibunya menyeletup dengan nada mengejek. “Waduh… Ibu…!!, bikin kaget aja…!” sahut Radit keget sambil menutupi gambarannya tadi. “Hemhh, mending-mending gambarnya bagus, nah ini apaan… kan kasian kalau cewek itu aslinya cantik, malah jadi jelek gara-gara gambaran kamu..”, ejekan ibunya lagi sambil tertawa mengejek. “Ah… apaan si bu..?, ini tu cuma gambar-gambar iseng, gak ada kerjaan sih..” alasan Radit dengan nada canggung dan wajah malu-malu. Akhirnya ibunya langsung menuju ke ruang keluarga untuk melanjutkan nonton TV dengan ayahnya.
Pagi hari, saat hendak berangkat ke sekolah, Radit menunggu sahabatnya datang untuk berangkat bareng dari rumahnya. Tak lama temannya datang dengan motornya. “Lho, zal. kamu bawa motor sendiri?”, tanya Radit pada sahabatnya, Rizal. “Yoi bro.. bapakku lagi gak ngajar hari ini, jadi, motor bebas tak pake lah… udah.. bawa motor aku aja, dit. Sekali-kali kamu kek yang nebeng.. hehe..”, jawab Rizal dengan logat medok Jawa. “Hemmm, oke kalau gitu, zal. Ayo kita come on…!”, jawab Radit sambil naik ke motor tua antik yang dibawa oleh Rizal.
“Brumm.. brummm..”, mereka masuk gerbang sekolah dengan bergaya seolah paling nyentrik. Tak lama kemudian, terasa ada angin-angin sejuk yang dirasakan Radit ketika menuju parkiran sekolah. “Zal, menurut kamu kalau aku pacaran sama si Indah gimana ya..?” sambil melongo melihat ke arah gadis yang sedang jalan berdua lewat depan parkiran. “Hu…, kamu tu kesambet apa gimana sih dit?, kenalan aja kagak berani, malah ngimpi pacaran sama dia..”, sahut Rizal. “Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya, zal kalau aku tu udah lama suka sama Indah..!”, kata Radit sedikit mengancam. “Huh… ngapain juga bilang-bilang, orang-orang juga gak bakalan percaya lah. Cowok lugu kayak kamu gini bisa suka sama cewek yang terkenal kayak dia..”, ejek Rizal. “Sialan!, gini-gini aku juga normal loh, Zal..!” kata Radit sambil menepuk punggung Rizal dan sambil jalan menujun kelas.
Di kelas, Radit kerjaanya melamun saja seperti kisah di tv-tv. Di benaknya, ia ingin sekali berkenalan dan PDKT dengan Indah, adik kelas yang duduk di kelas 11 IPA. Ia membayangkan kalau Indah suatu saat akan menjadi pacarnya. Namun lamunannya itu dihancurkan oleh guru Fisikanya yang menyuruhnya mengerjakan soal di depan. “Kapok lo, dit. Bisa gak kamu ngerjain tu soal?” tanya Rizal yang duduk di sebelah bangkunya sambil tertawa. “Aduh.. mampus dah…!, gimana nih zal?, aku sama sekali gak nyimak apa yang Bu Rustin terangin..”, kata Radit bingung. “Kamu sih, ngelamun melulu dari tadi.. hahaha” ejek Rizal.
Akhirnya Radit pun maju ke depan dengan PDnya mengambil spidol lalu berdiri menghadap papan tulis. “Ayo kerjakan Radit.., kok malah diam di tempat?” kata Bu Rustin. “Teeeet…teeet..”, ternyata bel istirahat berbunyi. “Yah… ya sudah kalau begitu, karena jamnya sudah habis, ini untuk tugas kalian, Radit, silahkan duduk.” kata Bu Rustin sambil tertawa jengkel. “Akhirnya…”, kata Radit lega. Akhirnya Radit aman dari soal yang memusingkan itu tadi.
Saat istirahat, Radit berniat untuk mengajak Indah berkenalan, walaupun Radit sudah tau dan kenal Indah dari orang-orang. Di kantin, Radit membeli minuman soft drink dua buah, tadinya ia ingin mendatangi Indah yang sedang membaca buku di bawah pohon sendirian. Ketika ia hampir sampai, Rizal datang sambil merangkul Radit dan menarik sebotol minuman dari tangannya. “Makasih ya bro.., baik banget deh sobatku ini..”, kata Rizal. “Sial, gagal deh rencana Romeo untuk mendekati Juliet!” dalam hati Radit. “Iya… sama-sama zal..” kata Radit sedikit kesal. Mereka duduk di samping lapangan basket yang jaraknya sekitar sepuluh meter dari tempat dimana Indah duduk. “Kira-kira Indah tu udah punya cowok belum ya zal?” tanya Radit dengan sajak berbisik. “Yaelahhh… kamu masih mikirin itu dit?” kata Rizal. “Yah… cuma kepikiran aja, zal” jawab Radit santai. “Kamu tu suka sama dia ya?” tanya Rizal. “Maybe bro.., Eh.., hehe” jawab Radit dengan malu-malu. “Emangnya sejak kapan kamu ngerasa suka sama dia..?” tanya Rizal. “Sebenernya dari kita kelas sebelas dulu zal” jawab Radit. “Ha? gila lu bro.., selama itu kamu mendem perasaan kamu, dit?” tanya Rizal kaget. “Yah… abis mau gimana zal?. Aku orangnya gak PDan, zal. Terus, dulu dia tu udah punya cowok kakak kelas kita bintang basket lagi, gimana kagak minder aku zal?” keluh Radit. “Ya udah bro… sekarang kamu cepet-cepet ajak dia kenalan, PDKT, terus kamu tembak deh dia.., jangan kelamaan, keburu jamuran tuh apa yang udah kamu pendam selama itu!. Soalnya setau aku, dia tuh jomblo loh..” kata Rizal memotivasi Radit. “Kamu pikir segampang itu..?” kata Radit sedikit ngotot. “Heh, bro.., kalau kita selalu berpikir sulit, semua pasti terasa sulit!, makannya kita harus positive thinking bro..!” sambar Rizal. “Oke, nanti pulang sekolah aku pengen deketin dia, aku ajakin dia ngobrol, aku PDKT sama dia, terus aku dorrrr dia. hehehe” kata Radit sedikit lantang. “Nah… bocah lugu bisa juga ya ngomongnya lantang gitu..?” ledek Rizal sambil tertawa.
“Teeeeet… Teeeeet… Teeeeet… Teeeeet..”, bel pulang berbunyi. Radit mulai beranjak dari bangku kesayangannya menuju keluar kelas. Ia menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan apakah ada wanita dambaannya yang akan ia ajak kenalan dan ngobrol-ngobrol supaya lebih dekat lagi. Radit berlari ke gerbang depan, ia tidak melihat ada sosok Indah. Berlari ke gerbang samping, juga hasilnya nihil. Akhirnya ia berjalan ke parkiran, menuju ke tempat Rizal memarkirkan motornya. Di sebuah sudut, di belakang Lab Bahasa dekat parkiran yang sedang ia tuju, terlihat kepahitan yang tidak ia harapkan sama sekali. Ternyata, Indah, sosok wanita yang ia idam-idamkan sejak lama, yang ia anggap sosok wanita yang menjaga diri dan polos, ternyata sedang berpelukan mesra dan tertawa riang dengan laki-laki sebayanya yang memakai seragam bukan berasal dari sekolahnya. Radit tak habis fikir, ia tak pernah melihat hal semacam ini sebelumnya pada diri Indah yang ia kagumi sejak dulu. Radit menunduk dan berjalan balik arah. Ia gemetar dan lemas tak berdaya, menyesali apa yang ia lakukan, dengan memendam perasaan begitu lamanya, ia merasa bodoh dan kesal pada sikapnya sendiri. Dan akhir dari rencananya gagal lagi.
Datang lah Rizal merangkul Radit, “Aku tau gimana perasaan kamu sob. Aku juga baru tau, kalau ternyata itu pacarnya Indah. Sabar ya dit. Masih ada cewek lain yang lebih baik untuk sahabatku ini..” kata Rizal menguatkan Radit. “Iya, zal. Ini kebodohanku yang selama ini aku pelihara. Seharusnya aku dari dulu berani untuk mengungkapkan semua, sebelum keduluan orang lain..” kata Radit lemas sambil tersenyum tegar. Ia tak bisa menyalahkan siapapun. Hatinya hancur pun bukan kesalahan wanita yang ia kagumi itu. Tapi, itu adalah kesalahan dan kebodohannya sendiri yang memendam perasaan terlalu lama.

Senin, 05 Mei 2014

Dibalik Layar Seorang Dosen



Dibalik Layar Seorang Dosen

Kehidupan mahasiswa tak pernah lepas dari sosok seorang pengajar. Yup, DOSEN! Cara mengajar dari tiap dosen sangat berbeda-beda, ada yang cara ngajarnya mengasikan, namun ada pula yang membosankan. Bahkan, tingkah laku dan gaya mereka (dosen, red) terkadang bisa membuat mahasiswa menjadi tertawa terpingkal-pingkal atau bisa jadi malah diam tanpa kata! (D’Masiv banget! Hahaha… ) :)
Nah, berikut ini gue akan sedikit membahas pola tingkah para dosen dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Sumbernya gue peroleh dari teman-teman gue, baik yang ada di dunia nyata maupun yang ada di dunia maya (Twitter, Facebook, dll).
Note:
  • Sumber dirahasiakan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kasian cuy, ntar bisa-bisa digorok dosennya kalo sampai ketahuan. Bisa ancur pula ntar nilainya .
  • Nama sang dosen disamarkan dengan menggunakan inisial A, B, dst. Gak enak kalo dipublish namanya. Bagaimanapun juga, dia itu dosen lho! .
  • Jenis kelamin sang dosen disamarkan, yakni dengan menggunakan dua inisial Bapak/Ibu, bukan Bapak atau Ibu.
  • Untuk menghasilkan artikel yang lebih menarik, terdapat sedikit penambahan bahasa. Namun, tanpa mengubah isi yang sebenarnya.    
  • 1. Sebut saja A
    Dosen yang satu ini hobinya suka mancing alias NGUPIL! Yup, serius! Disaat ngajar, jari tangan sang dosen tak pernah lepas dari kedua lubang hidungnya. Korek sana korek sini hingga buruan berhasil didapatkan (baca: UPIL)
    Maka tak heran, jika sepanjang mata kuliah berlangsung hampir seluruh mahasiswa menjadi tak konsentrasi pada mata kuliah tersebut. Seluruh mata hanya tertuju pada “gerak-gerik” jari tangan sang dosen yang semakin menggeliat dalam MENGUPIL. Mungkin kalau sang dosen berhasil mendapatkan  “buruannya”, Ia akan bergumam dalam hati, “Berhasil..berhasil, horeeee!” Hahahaha…
    2. Sebut saja B
    Dosen yang satu ini sangat tertutup akan kepribadiannya (Eitz, bukan berkepribadian ganda lho!). Si dosen paling nggak suka jika mahasiswanya menanyakan soal kehidupan pribadinya,  terutama mengenai agama dan status hubungan pribadinya (lajang, duda, menikah, dll). Entah kenapa sang dosen bersikap demikian. Tiap kali ditanya, sang dosen selalu berkata, “kalian ini mau tau aja urusan orang!”. Wuiz..calm down Bu/Pak
    3. Sebut saja C
    Dosen yang satu ini paling hobi menggunakan sepatu bola saat ke kampus. Yoi cuy, sepatu yang ada jamurnya itu lo! Alasannya sih simpel, katanya lebih nyaman aja menggunakan sepatu bola daripada menggunakan sepatu biasa. Tapi tau kan gimana reaksi mahasiswa, semua pada heran seheran-herannya. Yaa..semoga aja si dosen gak berniat nendang mahasiswanya dengan menggunakan sepatu bolanya itu.
    4. Sebut saja D.
    Dosen yang satu ini beda lagi, kadang suka bingung sendiri disaat ngajar. Pernah suatu kali ada seorang mahasiswa yang bertanya, “Bu/Pak, hasilnya kok bisa seperti itu ya?”, sambil nunjuk ke arah papan, ke soal yang dimaksud.
    Sang dosen pun segera menjawab :
    “Itu kan dari…”, jeda sejenak…
    “Hmmm..gimana ya…?!”, jeda lagi…
    “Sabar ya…”, lagi-lagi jeda sambil berlalu membuka buku catatannya.
    Kalo sekali dua kali sih masih dimaklumin, tapinya ini sering banget, apalagi sang dosen masih muda. Ya..tapi barangkali karena sang dosen terlalu banyak mengajar kali ya, makanya sampai suka bingung sendiri jadinya.
    5. Sebut saja E
    Dosen yang satu ini cara mengajarnya terbilang unik. Bagaimana tidak, dari awal hingga akhir mata kuliah berlangsung, seluruh materi semua diserahkan kepada mahasiswa. Jadi, mahasiswa digilir satu per satu untuk menjelaskan semua materi yang ia berikan pada saat itu. Sayangnya, hampir semua mahasiswa hanya menjelaskan materi yang diberikan seadanya saja. Malah bisa dibilang hanya MEMBACA, wong dari A-Z yang diomongin hanya sesuai dengan apa yang ada di buku / copyan yang diberikan, hahahaha…. Parah emang, nggak ngerti-ngerti jadinya! Alasan dosen sih sangat simpel, “Maaf ya, saya kurang suka dan begitu paham dengan mata kuliah ini”. Alamakaaaak! #GarukGarukTanah
    6. Sebut saja F
    Dosen yang satu ini hobinya suka pamer. Setiap kali ngajar, si dosen selalu nyinggung kehidupan pribadinya sewaktu muda dulu. “Nah..ini waktu saya masuk surat kabar lantaran nama saya sama persis dengan nama pejabat yang tenar pada saat itu. Tuh, foto saya!”, begitu kata sang dosen dengan bangga sambil mempelihatkan selembar surat kabar yang dimaksud dengan menggunakan infokus. Seluruh mahasiswa hanya bisa bengong dan bergumam dalam hati, “Ya..ampun Pak/Bu, masuk surat kabar aja udah sombong banget, saya aja yang masuk majalah TRUBUS biasa-biasa aja!”, wkwkwkwk…
    7. Sebut saja G
    Dosen yang satu ini lain lagi, dianya super duper kreatif. Saking kreatifnya, sang dosen sampai bela-belain nikah diatas lokomotif! Sekali lagi, LOKOMOTIF! Gak hanya itu, info seputar pernikahannya yang unik itu pun sampai diliput di salah satu surat kabar ibukota. Weh..weh..weh…mantep euy! Gue jadi kepikiran, kayaknya nikah diatas sayap pesawat terbang oke juga!
    8. Sebut saja H
    Dosen yang satu ini sangat pelit nilai. Dari puluhan mahasiswa, hanya 1 atau 2 mahasiswa yang mendapatkan nilai A, sedangkan sisanya harus bersyukur mendapatkan nilai B, C dan D! Khusus untuk mahasiswa yang mendapatkan nilai A, itu merupakan mahasiswa “pilihan”! Yup, hanya mahasiswa yang cakep/cantik aja yang beruntung mendapatkan nilai “istimewa” itu! Dosen yang satu ini juga suka membanding-bandingkan mahasiswanya dengan mahasiswa yang ada luar negeri. Maklum, si doi lulusan S2 dari salah satu universitas terkenal yang ada di Eropa. Jadi ya begitulah, suka “kebule-bulean” cara ngajar dan ngomongnya.
    9. Sebut saja I
    Dosen yang satu ini bisa dibilang sedikit cerewet. Kalo udah ngomong, beuh..gak ada habis-habisnya. Dari A-Z, bisa dipastikan gak ada jedanya Tapi untungnya, si dosen cukup mudah untuk diambil hatinya. Kita sebagai mahasiswa hanya perlu membuat hati sang dosen berbunga-bunga dengan segala rayuan gombal. Cukup dengan ngomong yang “manis-manis”, dijamin hati sang dosen bakal luluh lantah, hihihi…
    10. ……who the next?
    Tunggu updatean berikutnya! (Kalau gue nggak males ya!)

Kamis, 24 April 2014

catatan si ndut...

Kerayon Kehidupan
syukur mungkn hanya itu yg dapat aku fikirka dalam benak ini , betapa tidak , hampir semua yg aku ingin kan , nan aku impikan , terwujud satu demi satu , untayan untayan doa yg dulunya ,, hanya semacam, aduan , aduan ku kepadanya Nyai kini hampir tak ku percayain , semuanya mulai nyata di dpan mata ini , ya salah satunya , dia , lucu memang , aku mengibaratkan sebagai kerayon kehidupan ku , yg memberi warna ,ya warna yg sangat ku dambakan ketia , aku melihatnya hampir 3 tahun lalu , warna dimana aku merasakan hal yg tidak biasa , warna dimana aku tersenyum ketika terbesit akan dirinya .
ehm mungkin semua ini ku akui berawal saat itu , saat dimana aku merasa hidup ini hampa tanpa warna dna cahaya , dia datang dengan bejuta misteri .sosoknya yg renyah sangat mudah tertawa ,sangat mudah dy anggap hidup ini sangatlah mudah , yg sebenarnya memberi ku motifsi untuk bangkit lagi , melepas semua semu hidup lagi dan mulai melangkahkan kaki ini. luka itu pun ku akui masih cukup dalam , dan entah dia tukang sulap atau apa yg mungkin dengan sekejap merubah sesutu ,, haha lebai banget yak , gak gak . gak selebai itu jugak kok , dia meluruhkan luka ini perlahan mewarnai hidup ku , menerangi jalan ini , dengan warna warni keajaiban ,kerayon kehidupan itu .
hari hari ku lewati setelahnya dengan semangat baru .semangat yg aku bahkan tak tau darimana asalnya .semangat yg selalu dy katakan semangat itu berasal dari diri ku sendiri , dan dy hanya membantu ku untuk mecuatkan semangat itu .
suatu magrib seusai sholat ngaji , dan makan , aku kembali ke kamar ku , kamar diamana saksi bisu aduan aduan ku sama Allah ya raab , hehe malu sebenernya mengutip hal ini cik cik cik , soalnya tangis kadang selalu mengiringi aduan aduan itu . haha lebai lebai , mungkin itu perasaan kalian saat baca tulisan ku ini , tapi entah akupun gak tau kenapa mata air di mata ini begitu mudah mengucur bak keran di mushola hehe .
haha jadi nglantur kemana mana yak , hehe setelah beberapa saat menghidupkan , laptop yg selama ini menemani di kamar ini , aku mulai mencari modem , dan berniat mencari kabar pengumuman , SBMPTN . dengan harap harap cemas aku terpejam saat membuka link , tersebut entah mengapa seperti merebab muka ku merah sesenggukan saat itu , tangis tak terbendung , yg ku ingat hanya lah semua perjuangan ku 2 bulan seblum menghadapi hal tersebut sebut. Dimana aku harus menempuh perjalanan hampir 2 jam perjalanan menuju tempat bimbingan di bilangan balam , tepattnya di pertigaan belakang sebuah plaza terkenal di kota ku . berangkat jam 8 pulang jam 5 sore , itu rutinitasku 2 bulan itu , mengluarkan banyak daya upaya ku lalui masa masa sulit itu , hujan ,terik yg kurasa , dingin dan lemas ku kuatkan hati dan pikiran ku untuk selalu tegar menghadapinya , disana aku memiliki teman baru ada yg jutek ,seru , konyol , ya namanya si lutfi si anak jutek , dedi si bocah seru , dan putu si bocah konyol ,ya mereka adalah penghibur ku yg selalu dpat membuatku selalu tersenyum dan tertawa riang melupakan sejenak carut marutnya hati ini . dua bulan berlau sangat lah lambat jika ku rasakan saat itu . sebenarnya tak semuanya berjalan begitu saja tanpa dering dering semangat di hp ku , ya aku menyebutnya dering dering semangat ketika para teman dekatku , si ikan . none . dan si embem , hem ya jelas kalian gak kenal sama mereka haha , karna aku aja blom ceritaen hal itu haha , jo prengat perengutlah , mari saya ceritakan satu persatu . 

pertama ikan dy adalah teman yg kukenal saat aku kelas 2 sma , aku mengenalnya ketika aku mendapati tugas sebagai guru ngaji dimana tempatnya masjid dpan skolahan ku , hehe sebelumnya aku kasih tau ni sebelum kalian pada ribut lagi gak tau sekolah ku , aku sma , di sebuah sma yg lekat akan kekeluargaan SMA MUHAMMADIYAH 01 Pringsewu . hehe lanjut ceritanya , si ikan nama julukan ku haha aku saat senang memberi nama julukan uuntuk orang orang terdekat ku , ikan nama aslinya SITI ROHMAH . dy seorang yg memberi semangat bukan semangat si semacam temen smsan yg unik karna dy penggila perhatian yg musti di beri sms tanya kabar dan sejenisnya .
lanjut berikutya si none , haha iya bener none bukan nama aslinya , none memiliki nama asli RINA PITHALIA teman yg aku temua dan aku kenal sejak hariitu juga saat liburan saat yg sama saat bertemu si embem , none memiliki jasa yg begtu besar dy yang selalu memberi semangat pada ku memberi dering dring itu , merubah murung dan penat menjadi senyum ketika itu . sangat dekat kami hingga aku menjadikanya adik ya aku nyaman menjadi kknya , dan menjadikan dy salah satu adik ku .
embem ya tepat dy adalah si kerayon itu kelian penasaran sama embem siapa nama aslinya , seblumnya udah di sindir di atas embem jugak ku kenal di saat perjalanan itu pertemuan yg tak ada yg merencanakan kecuali sang raab yang selalu setia memberi ku kesempatan untuk mengadu , aduan aduan itu . ya mungkin aduan itu mulai terwujud , ya embem memang bukan nama asli si kerayon , nama asli si kerayon adalah , SEPTI KURNIAWATI . tepat sekali dy adalah kerayon itu , sebenarnya tak terlalu dekat aky denganya ,hanya beberapa kali bertemu , d sms pun tak terlalu asik lebiih ke debat dan entah ngomongin hal yg gak jelas . hehe entah walu tak terlalu dekat tapi aku selalu menunggu ,, ya bak ketimpa keberuntungan ketika dy sms pada ku ,sku setiap saatmenanti kabar darinya .

begtulah tiga orang tersebut yg selallu memberi semangat baru dan banyak tawa tercipta yg selalu terbanyang tiap aku berangkat dan pulang bimbingan belajar , haha iya hampir tiap saat ketika mengendarai mtor ku aku ngalum , konyol memang bahkan pernah aku merasa baru jalan eh tiba tiba sadar udah sampe rumah , haha parah iya emanga ku terkadang parah bgtu haha.
Semua itu ku jalani berminggu minggu hingga tiba malam ini malam yg tak bisa ku lupakan , malam yg aku takbisa berkata kata , malam diama air mata ku hampir takbisa berenti , ibarat pipa pdam yg bocor , malam itu ku mendapat dekapan , kasih yang begtu hangat ,iya ibu hanya ibu yg menemanii ku saat itu hanya ibu ibu yg sanagt cantik yg sangan ku sayangi itu , mendekap ku tanpa banyak tanya beliau hanya mendeka ku erat erat , entah berapa lama hingga aku mulai bisa bernafas mungkin , lama lama dan lama , kami berlinangan air mata saat itu hingga ibu mulai berkata , ‘nak silahkan malam ini kamu menangis , hanya malam ini besok baru ibu tnyakan pada mu akan kemana langkah mu berikutnya ‘
Tanpa bicara lagi beliau mengecup ku , dan meninggalkan ku di kamar dan seraya berlalu dengan kata kata , ingat SEMUANYA AKAN INDAH PADA SAATNYA . aku tersenyum sejenak mendengarnya . tepat sekali hasil penguman itu aku dapati tulisan merah di layar laptop ku , yg artinya , hem udah tau semua lah , apa yg ku maksud .
Kecewa ya banget , sedih hem sangat sedih , lemas tanpa jalan ya hampir kalap aku ,
Malam itu aku tanpa bisa terpejam , hanya seoarang yg ku beri kabar ini , ya tengah malam aku kabari si kerayon. Cuamn dy yg aku beri kabr ini ,
Esok harinya ketika ibu akan berangkat mengajar , hem ibunda ku seoarang guru di MTs.N Sukoharjo dan skolah ku juga waktu menempuh Sekolah menengan pertama, beliau bertanya pada ku di pagi itu , “gmana udah ada jawaban “
Aku mengangguk dan berkata “JOGJA”
Ibu seraya tersenyum dan memberi isarat setuju , anggukan dan kecup di kening , seraya berbisik , “ketika kau mau bangkit bunda selalu mendukung pilihan mu , tentukan universitas yg ingin kau masuki , n jurusanya , besok siang kamu berangkat bunda sudah siapkan tiket keberangkatanta” dan beliau berlalu untuk segera bergegas mengajar.

Hampir tak percaya aku mengucap kata jogja tadi , seperti mimpi saja aku ucap kata itu , dan heranya kenapa ibu dengan mudah menjawab apa yg ada di pikiran ku , dengan telah menyiapkan tiket itu , sebesit aku terinagat si kerayon , pewarna hari ku , aku sekejap berat untuk jauh denganya , tapi keputusan yg ku ambil memang sudah mutlak, dan dengan ketikan pendek , aku berpamitan padanya , “mbem besok aku kejogja”
Siang itu aku berangkat , joga aku berfikir tntang jogja kota pelajar , kota haha , aku akan kuliahdi kota hampir tak terbayang samasekali , saat itu aku hanya melangkah , ya memberanikan langkah langkah demi langkah ku lalui , dan hari hari beradaptasi di jogja , hingga akhirya aku di terima di pts , bernama UMY di jurusan Teknik Sipil .

Hem entah kabar gembira atau apa gak tau , akhirnya keesokanharinya aku bertolak ke lampung , di sebuah desa ku waringin sari barat , ya aku kembali untuk merayakan lebaran ,
Kalau kalian berfikir aku pulang dan bisa bertemu embem , kalian salah , entah mengapa aku tnpa kabar , dan setelah mencari tau ada apa dan tepat setelah lebaran berlalu , aku kembali ke jogja , menjalani hari hari berat tanpa dering dering itu lagi , bak di tlan bumi , gak ada kabar sama sekali , sampai di akhir UTS , semester satu aku dapati kabar bahwa, ya si embem , memiliki kekasih hati ,, haha buakn buakan aku , gak mungkin banget , aku bisa jadian , sama dia , hehe , jangan underestimet , dengan berfikir , gmana aku bisa pacaran kalok aku gak nungkapin perasan , .
Ni aku kasih tau , aku udah nyataen perasaan ini udah 3 kali haha, dan hasilnya , sama , NIHIL haha , alias di tolak haha , dy lebihnyaman jadi teman , ya aku sekalilagi gak menyalahkan keadaan , aku menangis ya mungkin sedih , mungkin mregendel , haha bahasa apaan yak , aku jugak ngarang haha ,intinya susah di ucapin deh , sebel , gak suka, cemburu , n banyak lagi , hehe tapi entah emngapa , komunikasi ku makin lancar semenjak jauh disini ,

Hingga berahir semesterpertama , aku pulang .haha iya lupa blom cerita hehe , ya udah cerita di jogja di part berikutnya aja lah ya , terpisah sama yg ini ,haha biar kalian makin penasaran sama cerita cerita ku , hehe ya ini bukan karangn , ini real stori , semua ini cerita asli perjalan ku sendiri .
Sore itu aku tiba di ruamh dengan beberapa oleh oleh , kangen haha pertanyan bodoh untuk hal seperti ini , ya iyalah kangen banget , sama ehmm ya ibu kangen bnget sape blom narok apa apa , langsung tak lempar bawaan ku n meluk ibu yg saat itu juga baru pulang mengajar , : ‘
‘piye le sehat , enak gak di jogaja’ banyak yg di ucah ibu tanpa ku jawab , blom bisa berkata aku saat itu , aku cuman bisa memeluk ibu erat saat itu ,

Setelah mgrib dan makan malam baru kami bercerita banyak tentang pengaaman dan banyak hal yg terjadi aku selama di jogja 6 bulan itu , baya kegiatan yg kulalui di rumah , dari ngurus organisasi yg sempet terbengkalai , dan banyak lagi , alhasil aku jugak jarang di rumah , lebih sering aktifitas di luar rumah , dngn se abreg kegiatan.
Hingga akirnya aku tiba di ujung liburan semester satu , ehm ya tepat di ahir liburan , aku berkunjung kerumah si kerayon , hehe ya lah kangen bangte aku pengen liat kayak apa diaa sekarang seusai sma , hehe , ya sejak hari itu memang aku gak ketemu , hampir 11 bulan hingga saat itu kami baru bertaap muka ,lagi , tak banyak yg di bicarakan memang , karna aku di buru waktu , untuk menjemput ibu , pulang dari rumah nenek , hem ya sekitar 15 menit aku di rumahnya , dan kemudian berpamitan , ya setidaknya kangen ku sedikit terobati deng menatap secara langsung , cantik nan imutnya dy di sore itu , yg membuat ku makin jatuh hati ,
Keesoakn harinya aku sudah mesti berangkat lagi kejogja , pagi itu aku pun mengirim sms lagi pada si kerayon ‘mbem aku berangakt asalamualaikum’
Aku kira gak akan di bales eh setelah beberapa saat dering itu yg selama ini ku kira semu. Dan ku kira tak akan berdering lagi , hehe iya ku liat di sana , ada sms dari si kerayon, aku buru buru buka “ndut “ ya bgtulah dy memanggil ku ,” maaf ya aku gakbisa nganter ke terminal” ati ati jaga kesehatan , sukses waalaikumsalam”
“ ya mbem “ gak papa kok mkasih ’ itulah jawaban ku
Pelukan ibu menjadi cerita terahir ku saat itu , kemudian bus melaju kencang membawa impian , impian , dan semangat ku ke kota itu , ke kota diama , 3 thn kedeoan aku berada. Tanpa ku sadrri , sejaksaat itu , dering dering itu kembali, ya dering yg saling beri kabar dan semuanya, semester dua semakin indah kurasakan , hingga tiba di bulan februari , singkat cerita , malam itu malam bersejarah , ya kami jadian , haha , kaget ya gak cuman kalian , aku sendiri kaget kenapa itu bisa terjadi , semuanya mengalir gtu saja .
Gembira ya sangat gembira yang ku rasa saat itu , hari hari makin indh dan semangat yg kurasa , hingga tepatnya di sore itu tragedi itu terjadi , dering dering itu menghilang lagi , warna kehidupan ku menghilang , kerayon kerayon itu menghilang , tragedi yg melingkupi ku , teragedi yg entah apa hikmahnya tanpa ku sadari , hanya sedihyg ku dapat saat itu ,

Haha ngawur kalian , mengira kita putus , kagak lah,alhamdulillah kami masih saling menguatkan n saling kasih kabar melalui sosmed ,
Lumayan sepi si soalnya dering itu sudah tak pernah nampak lagi , tapi lagi lagi aku gak mungkin menyalahkan keadaan aku haruslah bersyukur , karna anugrah itu tetap milik ku , aku tak kehilagan anugrah pacar terindah , teman dekat , dan semua kenagan ini , ya aku sangat bersyukur , memiliknya , walu kehilangn dering dering itu , dan sementara kerayon itu tidak dartang sepanjang hari , kadang malam, siang , bahkan hanya beberapa kali goresan kerayon, yg membuat , warna haya beberapa goresan di gambar gambar , kahir kahir ini ,
Dia berkata sabar semua akan ada hikmahya . aku hanya tersenyum
Rasa sayang ku meluap luap, ya untuk saat ini dengan hanya sesempatnya ,kasih perhatian , ya aku ke kamu , dan kamu , keaku ,gak perlu sepanjang waktu , sesekali aja sesempatnya , untuk saat ini itu sudah lebih dari cukup untuk saat ini ‘
Tanks sayang I LOVE YOU ....

.......... kerayon itu dan dering dering itu , saat ini menghilang , hanya penantian , yg akan berujung indah yg kurasakan , dan selalu kuyakini, sesuatu , yang akan idah pada saatknya kata ibu ku ,
Hem cerita cerita hari hari , kemudian , tk begtu sepesial , ku hanya , termenung dan , berusaha tersenyum, karna ku nyakin disana dia sedang tersenyu, dan aku pernah berjanji padanya , inget ya mbem , ketika kamu tersenyum , saat iru jugak aku sedang tersenyum melihatmu dengan janji itu lah , yg dapat mempertahan kan senyum bahaguia di pipi ku senyum dimana , pahit perih , asam, dan terjal kulalui disini , cerita yg tak dapat ku ceritakan, kesan yg ku anggap biasa saja, dan anganyg selalu teringat akan dirinya , ya beberapa saat aku hanya terfikir akan dirinya , akan senyumnya, akan indah wajahnya, dan , berharap suara iidah itu menyapa ku

Di ujung siang , koata jogjjakarta 24-april 2014 Pradana_sb