NIA

Foto saya

Hidup itu pilihan.😉😉😉 Kita bisa memilih fokus ke hal-hal yang membuat kita khawatir, atau fokus ke hal-hal yang membentuk hidup baru. Karena kita tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan dua-duanya. Kita bisa hancur karena khawatir, atau akhirnya memilih untuk menghancurkan kekhawatiran.

Sabtu, 19 April 2014

Cinta Musim I




CINTA MUSIM
episode 1

Pertemuan itu adalah yang paling menakjubkan dalam...apa ya ?
Hidupku J hehehe sebut saja “unyet”, cowok paling cakep diantara temen-temennya yang jelek-jelek, tinggi, putih, mancung,pinter, jago basket, jago bikin aku ketawa, jago bikin aku nangis, dan…. Jago bikin aku galau wkwkwk
Kelas 1 sma, perkenalanku dimulai, dimana aku dan dia sama-sama berada dalam satu ekskul, yaitu basket. Yah, walaupun aku gak jago-jago amat sih . tapi masih mending dari pada gak ikut sama sekali kan, dan yang tambah aku seneng adalah bisa lihat wajah dia tiap hari uuuu (kok lebay ya…). Sampai pada suatu hari, entah karna apa dan apa tiba-tiba aja aku dipertemukan dengan dia di satu kelas yaitu kelas XI A2. Oh tuhan, maksih banget eaaaaakkk……
Tapi disini kita sama-sama sebagai makhluk tuhan yang paling seksi (APAAh???) UPS, maksudnya adalah kita sama-sama malu, maklumlah aku cewek dan dia cowok apalagi masih labil-labilnya kan hehe . aku berempat bersama kawanku adalah sekelompok eh bukan, segerombol cewek yang unyu-unyu ulala wkwk
Bukan bukan , kita adalah sahabat sejati . aku dan kamu satu best friend forever. Akibat dorongan dari temen-temen akhirnya kita jadian dan kitapun pacaran deh (selamat ya kaka). Sungguh, hari itu adalah hari yang begitu membahagiakan. Apalagi selama kita jadian, aku bagaikan Issabela swan dan dia adalah Edward Cullen. Gimana enggak? Setiap kali pulang sekolah, dia selalu gandeng tangan aku dari kelas sampai parkiran melewati koridor kelas yang begitu panjang. Senyum pun tak hentinya berhenti selama masih bersama dia. Thank for all……
Pengorbanan dia tak ada hentinya, dia anter jemput aku bias dibilang hamper tiap hari kecuali hari libur. Tapi, suatu hari aku ngerasa bahwa dia itu gak pantes buat aku (maksudnya apa?) maksudnya, dia itu terlalu baik buat aku. Akulah yang gak pantes buat dia. Mungkin aku telalu dramatis atau apa entahlah yang jelas aku mungkin terlalu bodoh. Sehingga aku mengeluarkan kata itu. YA !! PUTUS !
Kita PUTUS !         memang bodoh ! terlalu cepat mengambil keputusan !
Dia itu… pacar pertama aku, tetapi pacar pertama belum tentu cinta pertama. Cinta pertama aku jatuh pada kawanku saat masih SMP. Kasihan banget ya. Kita sekarang udah gak ada hubungan apa-apa lagi, baik aku ataupun dia sama-sama cuek, bahkan kesan bahagia itu langsung hilang sekejab mata. Aku gak nyesel kok, aku yakin kalau aku gak nyesel, tapi pada faktanya aku bener-bener nyesel. Sangat-sangat nyesel banget. Seminggu setelah putus, sekali lagi karena bujukan temen-temen akhirnya kita pun balikan lagi. Belajar dari kesalahan sebelumnya. Dan dia pun ngasih kesempatan yang kedua kalinya untuk aku. Tapi, setelah dua bulan menjalani ini semua, aku lagi lagi aku, terfikir cinta pertamaku yang disana, dia datang di kehidupanku setelah lama ditelan peradaban. Dan akupun mulai dekat dengannya. Tetapi, hubunganku dengan unyet kini merenggang akibat sikapku yang mulai berubah. Karena aku tidak bias merubahnya akhirnya unyet mutusin aku. Saat itu, benar-benar membuatku menyesal. Membuatku semakin marah, muak dengan diriku sendiri. Dan aku tidak pernah nyalahin unyet, dia terlalu baik untukku. Dan aku pantas untuk diputusin.




11-21-18-14-9-1
unik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar